Rindu yang Meranggas


Kenangan,

ia berjalan pelan, dingin menulang di kepalaku menanam risau-risau

menyemai rindudendam

dan berkisah tetang kepulangan


Debur ombak laut Senggigi matahari meluruh perlahan

teriakan khatib dari mimbar-mimbar masjid yang berjejer mengabarkan lagi risau-risau, Sayang


bunga sisa panen tembakau meranggas

satu per satu mengurai rindu pada rumput dan tanah lempung yang membelah

lalu senja turun lagi, perlahan

memberi hangat rinduku bersama temaram


Senggigi, September 2010


Komentar

Postingan Populer