Histeria: Sebuah Sajak untuk Edvard Munch

  

aku bertanya, kenapa kau berteriak?

tapi kau tak menjawab, kau berlari, menangis dan tak berhenti menjerit


katamu kau melihat bayangan serigala di angkasa pada senja yang merah saga


kapal-kapal terbakar

tenggelam bersama kematian awak dan hantu penjaganya


Edvard Munch, Edvard Munch,

jangan menangis, meskipun hujan menderas dalam kepalamu jangan takut, meski ada dua hantu menguntit ingin membunuhmu


di jembatan yang tua dan renta, aku masih menyalakan sebatang rokok sisanya kau isap sendiri sambil gemetar tersedu


Komentar

Postingan Populer