19 baris puisi


#1

Tiba-tiba saja aku datang

Jatuh pada dunia yang berlatar putih membawa seikat kenangan

bertali rindu

juga sembilan belas baris puisi


Lalu kutemukan wajahku serupa orang-orang malang dari masa lalu Manusia-manusia yang mati oleh ambisi


Seperti pejalan kaki yang tak menemukan mata air

aku terjebak, pingsan di antara kaktus-kaktus bergetah pahit membawa luka yang lama

dalam perjalanan-perjalanan yang juga tak kalah lama


Dalam haus ini

aku ingin minum dari bibirmu

bibir yang tak henti bernyanyi dan mendendangkan puisi

 

#2

Tiba-tiba saja

aku menemukan kembali diriku jatuh babak belur di tebing harapan terjerembab ke jurang kesedihan


Seperti doa yang selalu menyebut dirinya sendiri pada suatu tempat dalam labirin hati

aku selalu ingin diam lama berenang di rindang telaga matamu



Jogjakarta, 2012


Komentar

Postingan Populer