Rinjani: Perawan Bersungai Susu, Juga Bertelaga Segara

 

Menapak jejak-jejak para pembuka jalan adalah sebuah petualangan

yang sungguh sangat menyenangkan

untuk seorang pemuda sedang jatuh cinta sepertiku


Menyimak dendang patukan pelatuk pada pohon-pohon cemara bagiku adalah serupa gubahan lagu semesta luar   biasa


Dan mengendus wewangian alam raya yang perawan adalah mimpi masa kecilku yang lugu


Rinjani, di benakku adalah nama perawan Perawan bersungai susu,

juga bertelaga segara

Edelweismu kembang Andarnyawa Tak pernah ada perawan semanis ia


Berjalan pagi di pundaknya adalah serupa mengembara jauh di tanah tak bertuan


Di bawah gerimis bulan Februari,

di punggungmu kutulis sebuah sajak untuk Dewi Anjani perempuan yang nun jauh menantiku pulang

bersama kembang Adarnyawamu


Mei, 2009


Komentar

Postingan Populer