reinkarnasi


telah ribuan tahun aku mencari

menelusuri sembari memburu lewat reinkarnasi sejak kakek buyutku berkali-kali menjelma puisi menjadi laut, batu, pohon

juga kelelawar

betapa rindu aku pada perjamuan suci kita


kucari kau sembari menulis jutaan kitab suci


aku menjelma batu, kau menjelma ilalang aku jadi rimba, kau meraung jadi harimau aku berubah laut, kau merupa pasir

aku menjelma kabut, kau membumbung bukit aku tumbuh berpohon, kau menitis awan betapa serasi hidup kita

yang tak pernah berdekatan,

meski sangat mungkin untuk berpelukan

 

ooh…

kau yang aku buru beribu-ribu tahun pada bangkai malam

juga panas yang merayap di kulit berkeringatku ratusan bahkan ribuan kali reinkarnasi

kuburu kamu

meski pertemuan kadang tak berani aku resapi aku lahir di tigris

tumbuh di andalusia mengalir di jawa menetas di bali bergulung di antartika menggigil di eropa mampus aku di gaza

bangkit lagi aku di kutub utara


aku telah melebur menjadi api, memanjat gunung menjadi angin menapaki sungai dengan menjelma air


oh, tuhan… betapa rindu ini

rindu semesta jauh sebelum masehi

semenjak kita berjanji untuk berpisah setelah aku makan khuldi



Jogjakarta, 23 Maret 2009






reinkarnasi 2


Kembali mengembara menjelajah samudra

juga melukis cerita-cerita tua yang kadang durhaka


Aku menjejak tanah-tanah basah lagi, berpuluh kali


masih ingat meski samar

gandeng tangan mesra jemari kanak-kanak kita


Rambutmu yang harum juga tawamu yang ceria


ini adalah reinkarnasi yang keberapa?

aku telah lupa menghitung jumlahnya betapa hasratku hasrat buta

aku tak peduli cuaca juga cerita kubunuh mitos dan kukubur fatwa-fatwa


dan aku masih saja merindumu

: Hawa

 


Komentar

Postingan Populer