biar kutitipkan kau pada semesta
biar kulepaskan kau bayi mungil lucuku bayiku gemuk berkulit gelap
bermata sayu dan berbibir agak tebal
beri kesempatan aku untuk melupakanmu
biar kutitipkan kau pada semesta sebab merawatmu,
sama saja menyaksikan kematianmu pelan-pelan rambut keriting hitam di kepalamu
belum mengerti mahalnya susu dan makananmu di negeri ini harganya telah membuat ayahmu mati kemarin pagi dikeroyok manusia satu terminal
di tanah yang katanya surga tropis ini
serigala dan setan bersindikat menjadi raja rimba ini persoalan tak sederhana, nak
mata sayumu terlampau bening untuk paham segala jadi, biarkan kutitipkan kau pada alam raya
tidur yang nyenyak di keranjang ini, menangislah esok di dingin pagi
semoga seorang bingung berkenan menjemputmu
kelak jangan percaya pada siapa pun jangan pernah cari aku, ibumu apalagi ayahmu
: ia telah mati kemarin pagi dibacok orang satu terminal
lantaran ketahuan menyobek tas seorang penumpang
jangan pernah cari aku
aku akan mulai berdandan dan bersahabat dengan malam menjual daging berlendir
sambil menertawakan nasib yang makin muram ijazah tamat SMP-ku, sudah lama aku lupakan
telah lama hilang bersama banjir dan hujan di rumah bocor kita tidurlah dan esok pagi menangislah
aku, ibu kandung yang secara halal dan sah menikah dengan ayahmu akan pergi mengganti semua identitas
kau bukan anak haram,
hanya saja kau lahir pada keluarga yang salah
kami manusia miskin yang tak mau berbagi kemiskinan denganmu sayang
2009
Komentar
Posting Komentar