O
Kerap kali harus kutunggu malam datang
mengirimkan kabut dan sepoi angin ke halaman rumahku juga bisik-bisik ganjil yang kadang tak pernah bisa aku pahami sebelum kutuliskan sebuah puisi padamu, ibu
Malam ini,
jendelaku menggigil berangin-angin
Tiba-tiba
kuingat kampung halaman
aku rindu tembakau, sungai, padang rumput, pancuran, serta aroma pepohonan,
juga pagi serta malam-malam masa kecilku
Kuingat satu per satu nama sahabat kubuka dan baca satu per satu kenangan
O, tanah sejauh ini tanah sejauh ini
aku rindu kampung halaman
Jogjakarta, Mei 2010
Komentar
Posting Komentar